Manajemen Konflik dan Cara Mengatasi Konflik dalam Kom.Interpersonal
Konflik berasal dari bahasa inggris yaitu “conflict” yang berarti pertentangan atau perselisihan. Menurut KBBI konflik ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya). Konflik secara umum adalah konflik suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang), yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Mengakibatkan adanya kekuatan yang saling bertentangan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia.
Nah, konflik dalam komunikasi interpersonal artinya konflik terjadi sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan dalam hubungan Komunikasi Interpersonal tersebut.Artinya, konflik adalah bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan baik fisik, emosi kebudayaan, dan perilaku. Berbicara khusus tentang konflik interpersonal, adalah berbicara Konflik dari segi hubungan pribadi biasanya, dalam hal ini konflik terjadi secara interpersonalkarena adanya pertentangan antar seseorang dengan orang lain, karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
A. Manajemen Konflik
Perilaku yang buruk memerlukan campur tangan manajemen, untuk itu mengelola perilaku buruk karyawan berhubungan dengan kesigapan manajer untuk bertanggung jawab,bertindak, memecahkan dan memperbaiki masalah (Ivancevich,2006:258). Intervensi manajemen tersebut merupakan tindakan yang diambil oleh manager untuk mencegah, mengendalikan atau merespons perilaku buruk yang berbahaya.
Konflik adalah persengketaan antara dua atau lebih pihakyang memperebutkan kelangkaan kedudukan atau kelangkaan sumber melalui tindakan merusak, melukai atau cara cara lain yang saling mengendalikan atau mengontrol yang mengakibatkan rusaknya relasi pihak pihak yang terlibat tersebut (Zalabak, 2006: 310). Jadi, ada banyak definisi seputar manajemen konflik ini sehingga pada intinya adalah sebuah proses dimana banyak individu melakukan langkah-langkah untuk mengakhiri berbagai perselisihan dengan dampak besar hingga akhirnya semua masalah terpecahkan. Pada dasarnya cara menciptakan komunikasi yang efektif sejalan dengan menejemen konflik.
Berikut cara-caranya menurut Rismi Somad (2014:131) yang dia sebut dengan REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) :
Berikut cara-caranya menurut Rismi Somad (2014:131) yang dia sebut dengan REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) :
1 1. Menghargai (Respect)
Dengan membangun komumikasi dengan rasa hormat dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita akan membangun kerjasama yang meningkatkan efektivitas kinerja sebagai individu maupun kelompok.
2 2. Empati (Empathy)
Kemampuan untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dahulu sebelum didengarkan atau dimenegerti orang lain. Dengan memahami dan mendengar orang lain maka kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan dengan orang lain.
3 3. Memahami (Audible)
Pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan dengan baik dengan penggunaan media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual. Penggunaan media ini membantu agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.
4 4. Jelas (Clarity)
Kejelasan dari pesan sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai openafsiran yang berlainan. Clarity bisa diartiikan juga keterbukaan dan tranparansi, yang dapat meningkatkan semangat dan antusiasme kelompok atautim.
5 5. Rendah hati (Humble)
Sikap yang merupakan unsur terkait dengan membangun rasa menghargai orang lain yang didasarkan oleh sikap rendah hati yang kita miliki.
B. Cara Mengatasi Konflik Berhubungan dengan Manajemen Konflik dalam Komunikasi Interpersonal
Selanjutnya, ada cara-cara mengatasi konflik dalam internal seperti seorang karyawan dengan pimpinanya, atau yang lainnya :
1. Rujuk
Metode Rujuk dilakukan oleh pihak bersengketa kemudian jadi sebuah pendekatan dan hasrat untuk kembali bekerja sama hingga menjalankan sebuah hubungan baik demi kepentingan bersama. Dari metode rujuk diperlukan mediasi hingga manajemen konflik bisa digunakan dan mengurangi unsur ketegangan di beberapa pihak. Rujuk dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang bersengketa dengan mengadakan:
a) Negosiasi
Pada cara negoisasi ini perundingan antarpihak yang bersangketa, dimana didalam perundingan tersebut pihak 1 dan pihak 2 itu melakukan dialog dengan menetapkan penyesuaian sikap tentang masalah dan kebijakan tanpa melibatkan pihak ketiga.
b) Mediasi
Mediasi ini merupakan salah satu alternatif penyelesaian. Pada mediasi ini dimana pihak 1 dan pihak 2 yang bersangketa saling berhadapan bersama secara pribadi. diamana para pihak tersebut berhadapan dengan mediator sebagai pihak ketiga yang netral fungsi pihak ketiga ini, untuk membantu para pihak mencari jalan keluar atas penyelesaian yang mereka sengketakan. Penyelesaian hendak diwujudkan dalam mediasi adalah compromise atau kompromi di antara para pihak.
2. Persuasi
Usaha mengubah posisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
3. Tawar-menawar
Pada metode ini sangat bisa diterapkan untuk meredakan konflik. Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara eksplisit.
Contoh : pada sebuah perusahaan terjadi konflik antara karyawan dan manajer perusahaan, salah satu dari mereka tersebut dipindahkan ke perusahaan lain yang dapat diterima oleh kedua pihak.
4. Pemecahan masalah terpadu
Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
Contoh : Pada pihak yang bersengketa, menyelesaikan masalah dengan menggabungkan kebutuhan mereka, hal tersebut bisa dengan memberikan informasi secara jujur untuk menimbulkan saling percaya kedua pihak, lalu pihak yang bersangketa menyimpulkan keutungan yang seimbang yang didapat kedua belah pihak.
5. Pemaksaan dan penekanan
Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak yang hanya mengalah dan menyerah secara terpaksa.
Contoh : Pada perusahaan terjadinya konflik antara manejer dan karyawan, dimana karyawan dipaksa untuk mengundurkan diri dari perusahaan.
6. Penarikan diri
Cara penyelesaian masalah ini dengan salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
Dengan begitu, seorang karyawan dan atasan yang bisa menyelesaikan konflik pada perusahaan itu sangat berpengaruh pada kinerja karyawan lebih optimal dan dapat menjaga nama perusahaan dengan baik, daripada suatu perusahaan yang tidak memperdulikan dan tidak memperhitungkan semua aspek. Dapat kita lihat, bahwa semua akses dalam manajemen konflik sendiri dapat memperlihatkan banyak peluang, hingga akhirnya seorang karyawan merasakan kenyamanan bisa bekerja secara penuh. Apalagi dari ruang lingkup kerja yang lebih optimal.
Reference :
Mustamin, M. (2016). STUDI KONFLIK SOSIAL DI DESA BUGIS DAN PARANGINA KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA TAHUN 2014. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 2(2), 185-205. RS Kusuma - Warta LPM, 2017 - journals.ums.ac.id.
· https://ejournal.undip.ac.id%2Findex.php%2Finteraksi%2Farticle%2Fdownload diakses pada tanggal 15 mei 2020 pukul 15.30
https://www.urbanhire.com/blog/manajemen-konflik-bagaimana-mengatasi-suatu-konflik/ diakses pada tanggal 15 mei 2020 pukul 17.00

Komentar
Posting Komentar